Saturday, August 1, 2015

神道 SHINTO

神道(しんとう)は、日本の宗教。山や川などの自然自然現象、また神話に残る祖霊たる神、怨念を残して死んだ者などを敬い、それらに八百万の神を見いだす多神教。自然と神とは一体的に認識され、神と人間とを取り結ぶ具体的作法が祭祀であり、その祭祀を行う場所が神社であり、聖域とされた.


概要

神道は古代日本に起源をたどることができるとされる宗教である。宗教名の多くは何教と呼称するが、宗教名は神教ではなく「神道」である。伝統的な民俗信仰・自然信仰を基盤に、豪族層による中央や地方の政治体制と関連しながら徐々に成立した。また、日本国家の形成に影響を与えたとされている宗教である。
神道には確定した教祖、創始者がおらず、仏教の経典やキリスト教の聖書にあたる明確な聖典がなく、『古事記』、『日本書紀』、『古語拾遺』、『宣命』といった「神典」と称される古典を規範とする。森羅万象に神が宿ると考え、天津神・国津神や祖霊をまつり、祭祀を重視する。浄明正直(浄く明るく正しく直く)を徳目とする。他宗教と比べて現世主義的といった特徴がみられる。神道とは森羅万象を神々の体現として享受する「惟神の道(かんながらのみち、神と共にあるの意)」であるといわれる。教えや内実は神社と祭りに中に伝えられている。『五箇条の御誓文』や、よく知られている童歌〔わらべうた〕『通りゃんせ』など、日本社会の広範囲に渡って神道の影響が見受けられる。
神道は奈良時代以降の長い間、仏教信仰と混淆し一つの宗教体系として再構成されてきた(神仏習合)。一方で伊勢神宮のように早くから神仏分離 して神事のみを行ってきた神社もある。明治時代には天皇を中心とした国民統合をはかるため、全ての神社で神仏分離が行われた。
神道と仏教の違いについては、神道は地縁・血縁などで結ばれた共同体部族や村など)を守ることを目的に信仰されてきたのに対し、仏教はおもに個人の安心立命や救済、国家鎮護を求める目的で信仰されてきたという点で大きく相違する。
神道は日本国内で約85,000の神社が登録され約1億600万人の支持者がいると『宗教年鑑』(文化庁)には記載があるが、支持者は神社側の自己申告に基づく数字であり、地域住民をすべて氏子とみなす例、初詣の参拝者も信徒数に含める例、御守りや御札等の呪具の売上数や頒布数から算出した想定信徒数を計算に入れる例があるためである。このため、日本人の7割程度が無信仰を自称するという多くの調査結果とは矛盾する。

Shinto (神道 Shintō, secara harfiah bermakna "jalan/jalur dewa") adalah sebuah agama yang berasal dari Jepang. Dari masa restorasi meiji hingga akhir PD II , Shinto adalah agama resmi di Jepang.
Shinto sebagai agama asli bangsa Jepang, agama tersebut memiliki sifat yang cukup unik. Proses terbentuknya, bentuk-bentuk upacara keagamaannya maupun ajaran-ajarannya memperlihatkan perkembangan yang sangat ruwet. Banyak istilah-istilah dalam agama Shinto yang sukar dialih bahasakan dengan tepat ke dalam bahasa lainnya. Kata-kata Shinto sendiri sebenarnya berasal dari bahasa China yang berarti “jalan para dewa”, “pemujaan para dewa”, “pengajaran para dewa”, atau “agama para dewa”. Dan nama Shinto itu sendiri baru dipergunakan untuk pertama kalinya untuk menyebut agama asli bangsa Jepang itu ketika agama Buddha dan agama konfusius (Tiongkok) sudah memasuki Jepang pada abad keenam masehi.
Pertumbuhan dan perkembagan agama serta kebudayaan Jepang memang memperlihatkan kecenderungan yang asimilatif. Sejarah Jepang memperlihatkan bahwa negeri itu telah menerima berbagai macam pengaruh, baik kultural maupun spiritual dari luar. Semua pengaruh itu tidak menghilangkan tradisi asli, dengan pengaruh-pengaruh dari luar tersebut justru memperkaya kehidupan spiritual bangsa Jepang. Antara tradisi-tradisi asli dengan pengaruh-pengaruh dari luar senantiasa dipadukan menjadi suatu bentuk tradisi baru yang jenisnya hampir sama. Dan dalam proses perpaduan itu yang terjadi bukanlah pertentangan atau kekacauan nilai, melainkan suatu kelangsungan dan kelanjutan. Dalam bidang spiritual, pertemuan antara tradisi asli Jepang dengan pengaruh-pengaruh dari luar itu telah membawa kelahiran suatu agama baru yaitu agama Shinto, agama asli Jepang.
Shintoisme (agama Shinto) pada mulanya adalah merupakan perpaduan antara faham serba jiwa (animisme) dengan pemujaan terhadap gejala-gejala alam. Shintoisme dipandang oleh bangsa Jepang sebagai suatu agama tradisional warisan nenek moyang yang telah berabad-abad hidup di Jepang, bahkan faham ini timbul daripada mitos-mitos yang berhubungan dengan terjadinya negara Jepang. Latar belakang historis timbulnya Shintoisme adalah sama-sama dengan latar belakang historis tentang asal usul timbulnya negara dan bangsa Jepang. Karena yang menyebabkan timbulnya faham ini adalah budidaya manusia dalam bentuk cerita-cerita pahlawan (mitologi) yang dilandasi kepercayaan animisme, maka faham ini dapat digolongkan dalam klasifikasi agama alamiah. Nama Shinto muncul setelah masuknya agama Buddha ke Jepang pada abad keenam masehi yang dimaksudkan untuk menyebut kepercayaan asli bangsa Jepang. Selama berabad-abad antara agama Shinto dan agama Buddha telah terjadi percampuran yang sedemikian rupa (bahkan boleh dikatakan agama Shinto berada di bawah pengaruh kekuasaan agama Buddha) sehingga agama Shinto senantiasa disibukkan oleh usaha-usaha untuk mempertahankan kelangsungan “hidupnya” sendiri. Pada perkembangan selanjutnya, dihadapkan pertemuan antara agama Budha dengan kepercayaan asli bangsa Jepang (Shinto) yang akhienya mengakibatkan munculnya persaingan yang cukup hebat antara pendeta bangsa Jepang (Shinto) dengan para pendeta agama Buddha, maka untuk mempertahankan kelangsungan hidup agama Shinto para pendetanya menerima dan memasukkan unsur-unsur Buddha ke dalam sistem keagamaan mereka. Akibatnya agama Shinto justru hampir kehilangan sebagian besar sifat aslinya. Misalnya, aneka ragam upacara agama bahkan bentuk-bentuk bangunan tempat suci agama Shinto banyak dipengaruhi oleh agama Buddha. Patung-patang dewa yang semula tidak dikenal dalam agama Shinto mulai diadakan dan ciri kesederhanaan tempat-tempat suci agama Shinto lambat laun menjadi lenyap digantikan dengan gaya yang penuh hiasan warna-warni yang mencolok.
Tentang pengaruh agama Buddha yang lain nampak pada hal-hal seperti anggapan bahwa dewa-dewa Shintoisme merupakan Awatara Buddha (penjelmaan dari Buddha dan Bodhisatwa), Dainichi Nyorai (cahaya besar) merupakan figur yang disamakan dengan Waicana (salah satu dari dewa-dewa penjuru angin dalam Budhisme Mahayana), hal im berlangsung sampai abad ketujuh belas masehi. Setelah abad ketujuh belas timbul lagi gerakan untuk menghidupkan kembali ajaran Shinto murni di bawah pelopor Kamamobuchi, Motoori, Hirata, Narinaga dan lain-lain dengan tujuan bangsa Jepang ingin membedakan “Badsudo” (jalannya Buddha) dengan “Kami” (roh-roh yang dianggap dewa oleh bangsa Jepang) untuk mempertahankan kelangsungan kepercayaannya. Pada abad kesembilan belas tepatnya tahun 1868 agama Shinto diproklamirkan menjadi agama negara yang pada saat itu agama Shinto mempunyai 10 sekte dan 21 juta pemeluknya. Sejak saat itu dapat dikatakan bahwa paham Shintoisme merupakan ajaran yang mengandung politik religius bagi Jepang, sebab saat itu taat kepada ajaran Shinto berarti taat kepada kaisar dan berarti pula berbakti kepada negara dan politik negara.

Thursday, June 25, 2015

Geiko or Maiko? What's the difference?

舞妓 MAIKO

舞妓(まいこ)は、京都の祇園を中心とした花街で、舞踊、御囃子などの芸で宴席に興(きょう)を添えることを仕事とする女性のことで、芸妓の見習い修行段階の者をいう。
舞妓・芸妓は、今から約300年前の江戸時代に、京都の八坂神社(当時は祇園社)のある東山周辺の、神社仏閣へ参詣する人や街道を旅する人にお茶をふるまった水茶屋の茶立女(ちゃたておんな)にルーツがあり、水茶屋もはじめはお茶や団子を提供していたものにそのうち酒や料理が加わり、その店で働く彼女達が、歌舞伎芝居を真似て三味線や舞踊を見せるようになった。現在も京都の祇園を中心とした花街で厳しいしきたりの下で活躍している。京都市内で、普通に見かける舞妓は、観光客の扮した変身舞妓であり、舞妓が日中、花街や花街以外を出歩くことはめずらしく、京都府民・京都市民でも、本物の舞妓を見かけることはほとんどない。
なお、東京など関東地方における「半玉」、「おしゃく」とは別の文化起源であるため、区別されるものである。

芸妓 GEIKO / GEISHA

芸妓(げいぎ)とは、舞踊音曲鳴物で宴席に興を添え、客をもてなす女性。芸者・芸子のこと。酒席に侍って各種の芸を披露し、座の取持ちを行う女子のことであり、太夫遊びが下火となった江戸時代中期ごろから盛んになった職業の一つである。
江戸時代には男芸者と女芸者とがあった。江戸時代には京都や大坂で芸者といえば男性である幇間(太鼓持ち)を指し、芸子が女性であったが、明治になると芸者が男性を指すことはなくなり、以降は大阪でも女性を芸者というようになった。京都では芸妓(げいこ)とよばれる。現代では料理屋(料亭)、待合茶屋に出入りする芸者が売春を行うことはない。地方の温泉地等ではコンパニオンと呼ばれる派遣の芸妓などが存在し、また俗に枕芸者と呼ばれるものも一部に残っている。
呼名・異称・用字にはさまざまなものがある。下記「名称」の項目を参照のこと。

Maiko dan Geiko  

  Kita mengenal Geisha tentu dengan berbagai definisi yang lahir  dari setiap sudut pandang orang yang berbeda. Secara harfiah Geisha adalah Seniman, Gei (芸) adalahSeni, dan Sha (者) adalah Orang. Pada pertengahan Zaman Edo Geisha merupakan salah satu profesi yang sangat terkenal. Profesi dari Geisha adalah menghibur. Seorang Geisha merupakan orang yang dapat menguasai seni tari dan memainkan berbagai macam alat musik. Pada Zaman Edo di kota-kota seperti Kyoto dan Osaka, Geisha dibagi menjadi dua, laki-laki dan perempuan. Umumnya Geisha pria menghibur dengan memainkan alat musik seperti Taiko (gendang) dan lain-lain. Sedangkan Geisha wanita menari dan juga memainkan alat musik. Geisha wanita juga kadang disangkut-pautkan dengan wanita penghibur lain untuk para lelaki mabuk. Pada Zaman Meiji, istilah Geisha hanya dipakai untuk wanita saja, dan sampai sekarang Geisha identik dengan wanita.

Panggilan untuk Geisha dibagi menjadi dua, yaitu Maiko dan Geiko

  Maiko (舞妓) dan Geiko (芸妓) merupakan professional yang melayani tamu pada acara perjamuan. Sedangkan kota tempat dimana Maiko dan Geiko berada disebut dengan Kagai/Hanamachi (花街). Di Jepang daerah yang terkenal dengan Kagai adalah Kyoto. Terdapat 5 Kagai di Kyoto, salah satu yang paling terkenal adalah Gion (祇園).

Maiko (sebelah kiri)
Sumber Gambar: Wikipedia

  Biasanya karakteristik dari Maiko dan Geiko adalah make-up wajah dengan warna putih dan memakai Kimono dengan corak yang mencolok.

Sumber Gambar: Wikipedia

  Hubungan antara Maiko dan Geiko adalah, Geiko merupakan posisi di atas dari Maiko. Jika seorang Maiko sudah dapat berdiri sendiri tanpa bimbingan dari Geiko, maka bisa dikatakan seorang Maiko sudah dapat dikatakan sebagai seorang Geiko. Yang artinya Maiko adalah fase pelatihan untuk bisa menjadi seorang Geiko. Seorang Maiko juga biasanya lebih muda dari seorang Geiko, dan lebih lembut pembawaan karakternya.

  Sekarang seorang Maiko biasanya berumur belasan sampai 20 tahun. Bahkan pada zaman dahulu seorang Maiko lebih terlihat kanak-kanak dan biasanya lebih menampilkan karakter kekanak-kanakannya. Biasanya seorang Maiko mengenakanFurisode (振袖) yang bercorak terang yang memiliki Kataage (肩上げ) dan Sodeage (袖上げ). Lalu bunga yang berada di atas kepala lebih terlihat cantik. Obi yang dipakai juga terlihat longgar, dan memaki Okobo (bakiak tinggi ala Jepang).

Maiko (kiri) dengan karakter "kekanak-kanakan"
dan Geiko (kanan) dengan karakter dewasa.

Okobo
Sumber Gambar: Wikipedia

  Seperti yang dikatakan di atas, seorang Geiko merupakan senior dari Maiko. Oleh karena itu, Maiko harus menempa karirnya selama beberapa tahun untuk dapat menjadi seorang Geiko. Maiko adalah seorang “anak-anak” dan Geiko adalah seorang “dewasa”. Pada saat menjadi Geiko, seorang Meiko harus meninggalkan karakter kekanak-kanakannya, dan tampil dengan karakter dewasa layaknya seorang Geiko.

  Seorang Geiko biasanya menampilkan karakter dewasanya dari penampilan Kimono yang dipakai. Panjang Sode yang dipakai biasanya merupakan ukuran panjang pada umumnya, karakter dari Kimono yang dipakai lebih kalem daripada yang dikenakan oleh seorang Maiko, simpul Obi yang dikenakan adalah simpul Otaiko, dan sendal yang dipakai biasanya adalah Zōri (草履) atau Geta (下駄).

Zōri
Sumber Gambar: Wikipedia


Geta
Sumber Gambar: Wikipedia

  Biasanya dalam setiap penampilan perjamuan seorang Maiko merupakan pendamping dari Geiko. Seorang Geiko bisanya lebih mendominasi dan memimpin jalannya pertunjukan. Biasanya yang disajikan dari Maiko dan Geiko adalah seni tari dan pertunjukan seni lainnya.

  Seorang Maiko dan Geiko bukanlah hanya seorang Geisha atau seniman belaka. Maiko dan Geiko harus melewati hari-hari untuk menjadi seorang Geisha. Oleh karena itu dengan panjangnya perjuangan menjadi seorang Geisha, di situlah letak keindahan seni dari Geisha. Dengan hanya memakai Kimono saja keindahan tersebut tidak akan lahir tanpa adanya perjuangan untuk menjadi seorang seniman penghibur.


Zashiki Warashi 座敷童子


座敷童子(ざしきわらし)は、主に岩手県に伝えられる精霊的な存在。座敷または蔵に住む神と言われ、家人に悪戯を働く、見た者には幸運が訪れる、家に富をもたらすなどの伝承がある。柳田國男の『遠野物語』や『石神問答』などでも知られ、『遠野物語』の17話・18話および『遠野物語拾遺』87話に「ザシキワラシ」または「座敷ワラシ」の表記で話が掲載されており、17話には「この神の宿りたまふ家は富貴自在なりといふことなり」「ザシキワラシは座敷童衆なり」と記述がある。近年では、座敷わらしに会える宿として岩手県の「緑風荘」「菅原別館」「わらべ」などがテレビ番組や雑誌に取り上げられることでも知られている
主に岩手県を中心として報告されているが、青森県宮城県秋田県など東北地方各県にも分布するといわれる。
一般的には、赤面垂髪の5、6歳くらいの小童というが、年恰好は住み着く家ごとに異なるともいい、下は3歳程度、上は15歳程度の例もある[2]。髪はおかっぱ、またはざんぎり頭。性別は男女両方が見られ、男の子はの黒っぽい着物を、女の子は赤いちゃんちゃんこや小袖、ときには振袖を着ているという。はっきりとした姿がわからないために、性別が不明な場合もあるという。男女2人など複数が家に住み着いていることもある。黒い獣のような姿、武士のような姿といった伝承もある。
悪戯好きで、小さな足跡を灰やさらし粉の上に残し、夜中に糸車を回す音を立てるともいわれ、奥座敷で御神楽のような音を立てて遊ぶことがある。また家人が一人で縫い物をしていたとき、隣の部屋で紙ががさがさする音や、鼻を鳴らす音がするので、板戸を空けると誰もいないなどの話が伝わっている。夜になると客人の布団の上にまたがったり枕を返したり、悪戯をして眠らせまいとするが、押さえようとしても力が強くて歯が立たないともいう。子供と一緒に遊んだりもする。
岩手では早池峰神社の座敷童子が、遠方から神社に参拝に来ていた者について別の土地へ行くという伝承がある。その土地の子供たちに、岩手のわらべ歌を教えたという伝説もある。
青森県五戸町では家を新築する際、床下に金の玉を埋めておくと、座敷童子を呼ぶことができるという伝承がある。
姿は家の者以外には見えず、子供には見えても、大人には見えないとする説もある。子供たちの数を大人が数えると、本来の人数より1人多いが、大人には座敷童子がわからないので、誰が多いのかわからないといった話もある。こうした話は、文学上でもよくモチーフとなる。

Zashiki warashi are house spirits, fond of mischief, loved by all, and believed to bring great fortune and riches to those whose houses it haunts. They appear as ghost-like five or six year old children with blushing red faces. They can be boys or girls, and usually wear tradition clothes; child-sized warrior costumes for boys, patterned kimonos, with short, bobbed, or long, tied back hair for girls. Rarely they appear as wild, hairy brutish figures. Often it is difficult to make out any details other than a vague child-like shape. Direct sightings of these ghosts are rare. In some instances it is said that only the house’s owners, or only children, are able to see these spirits. Because of this, they are usually known only by their pranks.
BEHAVIOR: Zashiki warashi love mischief. Often the first signs that one’s house may be haunted by one is a trail of children’s footprints going through ashes or soap powder. Other mischief includes making phantom noises which sound like spinning wheels turning all night long, paper crinkling, children’s voices, or kagura – Shinto holy music. Most hauntings involve a single ghost, while some involve multiple spirits.
INTERACTIONS: Zashiki warashi are considered guardian spirits of the house, and gods of luck. It is said that a house with a Zashiki warashi will prosper and grow rich, and a house that drives away such a spirit will fall into decline and ruin. In one account, a family witnessed a zashiki warashi leaving from their home, and soon they all succumbed to food poisoning and died. In another well-known legend from Iwate, a wealthy man’s son shot a zashiki warashi with a bow and arrow, and soon after the family’s fortunes collapsed.
In many homes, these spirits befriend the children of the house, teaching them songs, games, and nursery rhymes. They keep elderly or infertile couples company, and these couples often treat the zashiki warashi as if it were their own child. The desire to attract and keep these friendly yokai has led to customs like setting food out in the zashiki for them, and even laying coins in the foundation when building a new house. The Japanese take great care to maintain their zashiki, so as not to drive out any guardian spirits dwelling there.

Japanese Food List

LIST MAKANAN JEPANG



(油揚げ), lembaran tahu goreng untuk bahan campuran sup



あずき atau jenis masakan dari kacang merah yang biasanya terasa manis

Arame


荒布, sejenis rumput laut
  


弁当, bungkusan makan siang di dalam kotak



大根, mirip seperti bengkoang panjang (disebut: white radish) tapi tidak manis (untuk sayuran)



出汁, cairan (kaldu) untuk sup



, nasi dan lauk ala Jepang



枝豆, kacang kedelai rebus yang disajikan masih dalam bentuk berkulit

Enoki take, jamur enoki


榎茸, jamur enoki



河豚 atau フグ, jenis ikan Buntal



銀杏 atau ぎんなんginkgo biloba 銀杏 ginkyō, biji pohon yang direbus, dimakan seperti kacang



玉露, jenis teh hijau yang termahal



ギョーザ atau 餃子, (bahasa Tionghoa: jiaozi (jiǎozi), campuran sayuran dan daging cincang yang dibungkus seperti pangsit ("wonton") dan digoreng dengan minyak dan air



nasi dengan irisan daging sapi rebus




鹿尾菜, jenis rumput laut



蒲鉾, makanan dari ikan yang sudah dihaluskan dan diproses
  



鰹節, semacam serbuk tipis terbuat dari ikan yang ditaburkan di atas makanan sebagai penyedap

Katsuo



, カツオ, sejenis ikan tuna, bahan dasar untuk katsuobushi



昆布, rumput laut kering




抹茶, bubuk teh Jepang


松茸, Jenis jamur yang harum baunya


味醂, bumbu berupa cairan yang agak manis

Miso soup



味噌, jenis sup yang dibuat dari pasta miso


, kue dari tepung beras yang ditumbuk





kedelai hasil fermentasi


(肉じゃが, masakan dari daging rebus dan kentang yang sedikit agak manis

海苔, rumput laut yang sudah diproses dan mirip seperti kertas

おでん atau 御田, makanan rebus untuk musim dingin


お好み焼き, campuran tepung dan daging yang dipanaskan di atas plat besi

(おにぎり, 御握り), nasi kepal, dibungkus dengan lembaran rumput laut (nori)

御節料理, masakan istimewa untuk merayakan tahun baru

ラーメン, mi ala Jepang

minuman khas yang mengandung alkohol

刺身, irisan ikan laut mentah segar dan dimakan dengan saus, kecap asin, dan wasabi

しゃぶしゃぶ, sayuran dan irisan daging sapi mentah yang dicelupkan ke dalam air panas.

sejenis jamur

蕎麦, mi gandum berwarna agak coklat

醤油 kecap asin Jepang (sedikit lebih cair)

すき焼き atau スキヤキ, masakan yang direbus dan terdiri dari daging sapi, tahu, bawang, sayur bok-choy, jamur, dll

atau atau 寿司, potongan nasi yang dilapisi dengan ikan mentah dan sayuran bersama saus

たこ焼, たこ焼き, atau 章魚焼き, bola tepung berisi gurita yang dipanggang

たまり, kecap asin kental

天麩羅, sayuran atau ikan yang digoreng dengan tepung


鉄板焼き, jenis masakan yang dipanggang di atas pelat besi

照焼き atau テリヤキ, cara memasak ikan atau daging yang dipanggang dan dimakan dengan saus manis

tahu

豚カツ atau とんかつ}} atau トンカツdaging babi goreng tepung Udon
饂飩, mi Jepang (agak tebal irisannya)

梅干, sejenis asinan buah

若布, rumput laut sebagai campuran sup miso

山葵 atau わさび, sambal hijau pedas (menyengat di hidung), biasa disajikan dengan sashimi

焼きそば, mi goreng ala Jepang

焼き鳥, sate ayam ala Jepang